Selasa, 24 Maret 2020

PERDAGANGAN ANTARDAERAH DAN PERDAGANGAN ANTARNEGARA



1. Perdagangan

sumber :https://www.mnews.co.id
       
        Manusia sebagai makhluk sosial dan juga mahluk ekonomi adalah manusia yang tidak lepas dari kebutuhan. Berbagai macam usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan, salah satunya adalah dengan menggunakan system perdagangan yang melibatkan penjual, pembeli dan ketersediaan barang dan jasa. Perdagangan yang dilakukan manusia sudah dimulai sejak keberadaan manusia berkebudayaan, dengan menggunakan system barter sebagai system perdagangan yang paling sederhana.



Faktor-Faktor Pendorong Timbulnya Perdagangan

Sepintas lalu kita bisa melihat timbulnya kegiatan ekonomi antar daerah atau antar negara disebabkan karena adanya perbedaan permintaan dan penawaran terhadap suatu barang di negara yang satu dengan negara yang lain.

Tetapi jika diselidiki lebih lanjut, sebenarya yang mendorong timbulnya kegiatan perdagangan antar daerah atau perdagangan antar negara, sedikit banyak berkisar pada faktor-faktor berikut :

1. Perbedaan tingkat kejarangan (scarcity)
Coba kalian cari bungkus makanan ringan atau minuman kemasan yang ada di rumah kalian. Cari informasi tentang nama pabrik yang memproduksi barang tersebut. Nah, kalau sudah tahu nama perusahaannya, sekarang coba di lihat berada di kota mana perusahaan tersebut?
Pasti di antara produk-produk kemasan yang tersebut, produksinya ada yang dari luar kota atau bahkan luar pulau. Misal, kalian tinggal di Surabaya, tapi pabrik yang memproduksi makanan tersebut adanya di Bandung. Begitu pula sebaliknya. Itu contoh dari bentuk kegiatan perdagangan.
Secara umum itu bentuk kegiatan perdagangan terbagi menjadi dua yakni perdagangan antardaerah atau antarpulau serta perdagangan antarnegara.

Kebutuhan manusia dapat dikatakan tidak terbatas dalam jumlah dan jenisnya. Kebiasaan masyarakat itu tidak tetap, walaupun nampaknya statis. Di samping itu dalam masyarakat senantiasa terdapat kekurangan yang sifatnya relatif yang menimbulkan ekonomi sebagai ilmu pengetahuan. Inilah yang merupakan azas daripada ilmu ekonomi, sehingga dasar daripada tindakan ekonomi adalah pemilihan di antara berbagai kemungkinan pemilihan untuk memenuhi kebutuhan.

Kemungkinan-kemungkinan itu bersifat alternatives. Dengan perkataan lain dasar dari tindakan ekonomis adalah menghubungkan antara relative scarcity tersebut dengan permintaan (demand). Prinsip ini pun berlaku pada kedua macam perdagangan tersebut di atas.

Apabila suatu daerah atau bangsa, tingkat scarcitynya lebih rendah daripada negara lain, maka dari wilayah ini akan mengalir barang-barang ke wilayah lain di mana tingkat kejarangannya lebih tinggi. Perdagangan antar daerah dan perdagangan internasional akan terus berlangsung selama adanya perbedaan tingkat kelangkaan (scarcity) ini.

2. Perbedaan faktor produksi

Perbedaan faktor produksi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, akan menyebabkan daerah-daerah itu menjadi daerah surplus dan daerah yang minus. Perbedaan-perbedaan faktor produksi itu pada kelanjutannya akan menimbulkan perbedaan tingkat produktivitas tiap daerah yang mungkin dicapai.

3. Perbedaan komparatif dari harga barang

Selama ada perbedaan komparatif harga-harga barang, selama itu pula akan timbul arus ekonomi yang mengalir antar daerah atau bangsa. Perbedaan harga komparatif (Perbedaan harga yang diperbandingkan) adalah perbandingan harga barang A dengan harga barang B di suatu negara, diperbandingkan dengan harga barang A dan B di negara lain. Bila negara-negara tersebut tersebut negara I dan negara II, maka perbedaan biaya komparatifnya adalah :


1. Perdagangan dan Perdagangan Antardaerah/Antarpulau

Description: See the source image
Sumber : https://www.bing.com

Perdagangan antardaerah atau antarpulau sudah dimulai sejak zaman nenek moyang kita. Di Pulau Jawa telah berkembang beberapa pusat perdagangan. Selain itu, di Indonesia bagian tengah maupun timur juga berkembang kerajaan dan pusat-pusat perdagangan. Perdagangan yang dilakukan telah meluas ke seluruh penjuru Nusantara.
Perdagangan antardaerah atau antarnegara akan terjadi jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk, diperlukan kegiatan ekonomi berupa aktivitas produksi. Aktivitas produksi akan menghasilkan produk. Produk apa yang dihasilkan bergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh suatu daerah.
       
a. Pengertian Perdagangan dan Perdagangan Antarpulau

Perdagangan atau perniagaan merupakan kegiatan tukar menukar barang atau jasa berdasarkan kesepakatan bersama tanpa ada unsur pemaksaan. Perdagangan antardaerah atau antarpulau merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk atau lembaga suatu daerah atau pulau dengan penduduk atau lembaga suatu daerah atau pulau lain dalam satu batas wilayah negara atas dasar kesepakatan bersama.


b. Tujuan Perdagangan Antarpulau

Pada saat sekarang ini, perdagangan antardaerah atau antarpulau tidak lagi dengan cara tradisional, walaupun masih ada beberapa wilayah yang masih mempertahankan cara tradisional. Jual beli online telah memudahkan masyarakat untuk melakukan perdagangan lintas daerah bahkan lintas negara. Dengan bantuan alat komunikasi, jasa kirim, serta internet, jarak bukan lagi masalah. Perdagangan antarpulau dilakukan oleh beberapa pelaku ekonomi dengan beberapa tujuan.

Tujuan adanya perdagangan antarpulau antara lain adalah sebagai berikut;
1) Memperoleh Keuntungan
Tujuan utama dilakukan perdagangan antarpulau adalah untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan diperoleh dari selisih antara harga beli dengan harga jual. Jika barang diproduksi sendiri, maka keuntungan diperoleh dari selisih antara harga jual dan biaya produksi.
2) Memperluas Jangkauan Pasar
Perdagangan sampai ke luar daerah atau luar pulau dapat memperluas jangkauan pasar. Jangkauan pasar yang dimaksud adalah jumlah konsumen yang mengonsumsi barang tersebut semakin banyak dan tersebar di berbagai daerah. Contohnya, produk parfum original dari daerah X dijual ke daerah Y. Maka, sekarang pengguna parfum original tersebut bukan hanya penduduk daerah X, tetapi juga penduduk daerah Y. Semakin lama, parfum original semakin dikenal banyak orang, sehingga pengguna parfum original di daerah Y pun juga meningkat.

c. Faktor Pendorong dan Manfaat Perdagangan Antarpulau/Antardaerah

1).  Faktor Pendorong Perdagangan Antarpulau/Antardaerah
a) Perbedaan Faktor Produksi yang Dimiliki
Faktor pendorong perdagangan antardaerah antara lain perbedaan faktor produksi yang dimiliki, terutama faktor produksi alam. Daerah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dengan tanah yang subur lebih mungkin memproduksi sayur mayur lebih banyak dan menjualnya sampai ke luar daerah dibandingkan misalnya; daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.

b) Perbedaan Tingkat Harga Antardaerah
Selain perbedaan kekayaan alam, perbedaan tingkat harga antardaerah juga mendorong terciptanya perdagangan antardaerah. Contoh; di daerah yang kaya akan buah durian, harga durian pasti lebih murah dari daerah lain yang hanya sedikit memiliki pohon penghasil durian. Hal ini juga akan mendorong adanya perdagangan antardaerah.

2).  Manfaat Perdagangan Antarpulau/Antardaerah
a) Menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi konsumen
Manfaat dari perdagangan antardaerah atau antarpulau antara lain menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi konsumen. Perbedaan kandungan alam serta perbedaan produk antardaerah akan menyebabkan barang hasil produknya pun berbeda. Dengan adanya perdagangan antardaerah atau antarpulau, konsumen dapat menikmati produk yang tidak diproduksi di tempat tinggalnya.

b) Meningkatkan produktivitas
Pemasaran produk yang makin meluas akan menyebabkan permintaan atau pemesanan terhadap produk menjadi meningkat. Hal ini akan mendorong produsen meningkatkan produksi sehingga meningkatkan produktivitas.

c) Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat
Peningkatan jumlah barang yang diproduksi dalam jumlah besar akan menyebabkan produsen butuh tenaga kerja tambahan, sehingga akan ada lowongan kerja tambahan. Selain itu, perdagangan lintas daerah juga akan memunculkan unit-unit usaha baru, seperti jasa kirim, perluasan transportasi, dan sebagainya.

Untuk lebih memahami perdagangan antardaerah ini, perhatikan contoh berikut ini !

Di daerah Pekalongan Jawa Tengah terkenal dengan produk batiknya, batik khas Pekalongan yang bisa ditemukan di beberapa wilayah diluar wilayah Pekalongan. Hal ini terjadi karena distribusi produk batik yang dilakukan ditujukan untuk memperoleh keuntungan yang besar jadi produk batik ini tidak  dipasarkan di daerah Pekalongan saja tapi meluas keberbagai daerah yang bisa di jangkau. Batik Pekalongan ini bisa dijumpai di beberapa kota-kota atau kabupaten di sekitar Pekalongan seperti wilayah Banyumas ataupun Solo dan Jogja yang mana dua daerah ini juga merupakan sentra penghasil batik ataubahkan sampai ke Jakarta dan menjangkau hingga ke luar pulau Jawa. Penjelasan ini menggambarkan contoh dari perdagangan antardaerah.

       
3. Perdagangan Antarnegara

Description: See the source image
http://www.pembelajaranmu.com/2018/01/pengertian-perdagangan-dan-perdagangan.html

Pada zaman sekarang, batas dan jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi seseorang atau badan untuk melakukan perdagangan. Bahkan antarnegara pun dapat melakukan perdagangan dengan mudah. Perdagangan antarnegara yang dimaksud adalah individu atau lembaga dari negara kita yang menjual atau membeli barang dari individu atau badan yang ada di luar negeri. Terjadinya aktivitas perdagangan antaranegara akan menimbulkan aktivitas yang dinamakan ekspor dan impor.

a. Pengertian dan ruang Lingkup Perdagangan Antarnegara/Internasional

Perdagangan antarnegara atau sering disebut perdagangan internasional merupakan aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat suatu negara dengan masyarakat negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Masyarakat yang dimaksud dapat berupa individu, kelompok, lembaga, pemerintah suatu negara dengan negara lain. Ruang lingkup perdagangan antarnegara berkaitan dengan beberapa kegiatan, yakni;
  Perpindahan barang dan jasa dari suatu negara ke negara yang lain.
  Perpindahan modal melalui investasi asing dari luar negeri ke dalam negeri.
  Perpindahan tenaga kerja dari suatu negara ke negara lain.
  Perpindahan teknologi dengan mendirikan pabrik-pabrik di negara lain.
  Penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar.

b. Aktivitas Perdagangan Antarnegara

Aktivitas perdagangan antarnegara terkait dengan dua aktivitas yang disebut dengan ekspor dan impor. Untuk memahami kedua istilah tersebut kalian baca ulasan berikut;

1) Ekspor
Ekspor merupakan kegiatan menjual barang atau produk ke luar negeri. Ekspor dilakukan oleh seseorang atau badan. Pelaku ekspor ini disebut eksportir. Tujuan utama kegiatan ekspor adalah untuk memperoleh keuntungan. Barang yang diekspor akan dibayar oleh pihak pembeli dengan alat pembayaran berupa mata uang asing atau mata uang luar negeri, seperti Dollar. Mata uang asing ini selanjutnya ditukarkan menjadi Rupiah pada bank dalam negeri. Mata uang asing ini ditampung oleh pemerintah dan disebut sebagai devisa negara. Devisa yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai impor.
    Description: See the source image    Komoditas ekspor Indonesia                                                  Sumber : https://www.bing.com



2) Impor

Impor merupakan kegiatan membeli barang dari luar negeri. Seseorang atau badan yang melakukan impor disebut importir. Seorang importir membayar barang yang ia beli dengan mata uang asing. Importir dapat menukarkan uang rupiah mereka dengan mata uang asing di bank dalam negeri. Selanjutnya, digunakan untuk membayar barang yang diimpor. Barang-barang yang di impor oleh Indonesia terdiri dari dua macam, yakni migas dan non-migas. Barang-barang yang termasuk dalam kelompok migas antara lain minyak tanah, bensin, solar, dan elpiji. Adapun barang-barang yang termasuk dalam kelompok non-migas antara lain adalah karet, kopi, ikan, kayu lapis, kelapa sawit, serta barang tambang nonmigas seperti nikel dan batubara.
        Description: See the source image
        Komoditas Impor Indonesia                                                             Sumber : https://www.bing.com    


c. Kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor

1). Memberi Kemudahan Kepada Produsen Barang Ekspor
Dalam kebijakan yang pertama ini, untuk meningkatkan ekspor, pemerintah dapat memberikan beberapa kemudahan bagi produsen barang ekspor. Kebijakan yang mendukung peningkatan ekspor antara lain berupa kemudahan mengurus perizinan serta memberikan fasilitas kepada produsen barang ekspor. Fasilitas dapat berupa pemberian bantuan teknologi, pelatihan inovasi produk, bantuan kredit dengan bunga rendah. Hal ini akan menjadikan produsen menjadi semangat untuk berproduksi. Harga faktor produksi yang murah dapat menurunkan harga jual sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

2) Menjaga Kestabilan Nilai Tukar Rupiah
Kestabilan nilai tukar rupiah sangat penting bagi eksportir karena nilai tukar Rupiah yang stabil terhadap mata uang asing akan mempermudah para eksportir untuk menghitung biaya produksi produk ekspornya. Dengan kepastian nilai Rupiah, para eksportir lebih mudah dalam menentukan harga produknya di pasar internasional. Keadaan ini akan mengurangi tingkat keraguan eksportir untuk melakukan ekspor pada produk mereka.

3) Membuat Perjanjian Dagang Internasional
Perjanjian mengenai perdagangan internasional telah banyak dilakukan oleh beberapa negara. Perjanjian ini mencakup kesediaan masing-masing negara untuk menjadi pembeli atau penjual suatu barang, sehingga masing-masing negara memperoleh keuntungan. Penjual atau eksportir mempunyai pasar dengan perlindungan istimewa dari perjanjian tersebut. Selain itu, pembeli juga dapat mempunyai penjual yang telah memenuhi kriteria sesuai perjanjian.

4) Meningkatkan Promosi
Dalam rangka mengenalkan produk dalam negeri di pasaran internasional, promosi menjadi hal yang sangat penting. Pelaksanaan promosi dapat berupa kegiatan pameran dagang, festival olah raga, seni, maupun kegiatan lainnya yang dapat berfungsi sebagai promosi. Promosi dagang tersebut dilakukan oleh individu, lembaga swasta, maupun pemerintah. Pemerintah dapat menangani promosi dan pusat informasi dagang di luar negeri. Contohnya, kantor-kantor pusat promosi dagang Indonesia atau Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC), yang mengusahakan agar produk-produk Indonesia dikenal di luar negeri. Pemerintah telah mengusahakan membuat berbagai kebijakan terkait dengan ekspor untuk mendorong berkembangnya produsen dalam negeri. Akan tetapi, pada pelaksanaannya, terdapat pula beberapa hal yang dapat memengaruhi lancar atau tidaknya perkembangan ekspor suatu negara.

d. Faktor pendorong ekspor

1) Keadaan Pasar Luar Negeri
Besar atau kecilnya permintaan dan penawaran dari berbagai negara dapat memengaruhi harga di pasar dunia. Apabila permintaan di pasar dunia lebih banyak dari pada penawaran, maka harga cenderung naik. Sebaliknya, apabila penawaran lebih banyak dari permintaan, maka harga cenderung turun. Keadaan ini akan memengaruhi para eksportir untuk meningkatkan atau menurunkan ekspornya.

2) Keuletan Eksportir untuk Menangkap Peluang Pasar
Seorang eksportir harus pandai menangkap dan memanfaatkan peluang pasar. Dengan kepandaian tersebut, mereka dapat memperoleh wilayah pemasaran yang luas. Oleh karena itu, para eksportir harus ahli di bidang strategi pemasaran.

3) Kondisi Sosial, Ekonomi, Politik Suatu Negara
Bidang ekonomi, sosial, dan politik merupakan bidang yang terkait satu sama lain. Ketika ada ketidakstabilan pada salah satu bidang, maka bidang lain akan terpengaruh. Contohnya: negara tujuan ekspor sedang mengalami kerusuhan politik berupa perang antarsuku. Hal tersebut tentu sangat memengaruhi keberlangsungan proses ekspor ke negara tersebut.



e.  Manfaat Perdagangan Antarnegara

1) Memperoleh Keuntungan
Manfaat dari perdagangan adalah memperoleh keuntungan. Dengan adanya spesialisasi, yaitu produk unggul yang khas di tiap-tiap negara, produsen dapat menghasilkan produk dengan efisien. Perdagangan antarnegara menyebabkan produsen bersemangat memaksimalkan produktivitas mereka tanpa khawatir kelebihan produknya tidak akan terjual. Sebab, mereka dapat menjualnya ke luar negeri.

2) Memperoleh Barang yang Tidak Dapat Diproduksi di dalam Negeri
Setiap negara memiliki sumber daya yang belum tentu dimiliki oleh negara lain, sehingga hasil produksi tiap negara pun berbeda pula. Banyak faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut, antara lain kondisi geografi, iklim, penguasaan teknologi. Dengan adanya perdagangan antarnegara, setiap negara dapat bertukar hasil produksi untuk memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negara mereka.

3) Menjalin Persahabatan Antarnegara
Jalinan persahabatan antarnegara menjadi hal yang sangat penting di era globalisasi. Adanya perdagangan antarnegara akan lebih memudahkan terjalinnya persahabatan. Hubungan yang baik di bidang ekonomi akan memengaruhi hubungan di bidang yang lain, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, serta kemanusiaan.

4) Transfer Teknologi Modern
Untuk menggunakan barang-barang impor berteknologi tinggi, dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan tertentu. Maka, pada umumnya importir memberikan pelatihan penggunaan teknologi tersebut. Hal ini akan mempercepat terjadinya transfer teknologi modern.

f. Faktor-Faktor yang Mendorong Perdagangan Antarnegara

Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan antarnegara, di antaranya;
      Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
      Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
      Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi.
      Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
      Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
      Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik, dan dukungan dari negara lain.
      Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

g. Kebijakan Perdagangan Internasional Indonesia

          Semua negara akan berusaha untuk melindungi perekonomian negaranya dari pengaruh perdagangan internasional. Untuk itu ada kebijakan-kebijakan yang berlaku secara internasional. Kebijakan perdagangan internasional adalah segala tindakan negara, baik langsung maupun tidak langsung menyangkut kegiatan perdagangan.

Politik Proteksi

        Indonesia menggunakan kebijakan perdagangan politik proteksi untuk melindungi produk yang dihasilkan dalam negeri. Politik proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi industri yang sedang berkembang dari persaingan barang-barang impor.
Tujuan kebijakan ini antara lain yaitu :
a. Meningkatkan produksi dalam negeri
b. Menciptakan lapangan kerja
c. Memelihara adat tradisionat suatu daerah

Proteksi dapat dilakukan melalui kebijakan sebagai berikut:

a. Tarif dan Bea Masuk
Tarif adalah beban yang ditanggung barang-barang yang melintasi daerah pabean dan barang-barang yang masuk ke wilayah negara akan dikenakan bea masuk.

b. Pelarangan Impor
Pelarangan impor ini adalah kebijakan pemerintah untuk melarang masuknya barang-barang dari luar negeri. Misalnya harga pakaian dari Cina lebih murah daripada buatan Indonesia, tetapi untuk melindungi industri garmen Indonesia, maka pemerintah melarang impor pakaian dari Cina.

c. Kuota untuk Pembatasan Impor
Kuota adalah pembatasan pemerintah untuk barang-barang yang masuk dari luar negeri.

d. Subsidi
Subsidi adalah bantuan pemerintah untuk membantu biaya produksi dalam negeri. Sehingga produsen didalam bisa meningkatkan produksinya ke arah yang lebih baik lagi sehingga mampu bersaing dengan produk impor


4. Perbedaan Perdagangan Antarpulau dan Perdagangan Internasional

Ada tiga perbedaan utama antara perdagangan domestik antarpulau dengan perdagangan antarnegara, yaitu sebagai berikut :

a. Peluang perdagangan yang lebih luas

Pada perdagangan antarnegara , suatu negara dapat menjual barang /jasa ke negara lain dan bisa membeli barang/jasa dari negara lain. Dalam perdagangan antarpulau , kita hanya dapat melakukan perdagangan antardaerah atau pulau dalam lingkup satu negara . Jika tidak ada perdagangan antarnegara, orang indonesia tidak bisa memiliki mobil, orang Amerika  belum dapat makan pisang,seluruh dunia tidak dapat menikmati film Hollywood, dan lain sebagainya.

b. Adanya Kedaulatan Bangsa

Pada perdagangan antarnegara, bangsa-bangsa dapat mengatur aliran barang/jasa, tenaga kerja, dan keuangan. Negara-negara menunjukkan kedaulatannya disini. Sementara diperdagangan domestik, aliran perdagangan berjalan secara bebas tanpa regulasi yang berarti di negara.

c. Penggunaan Kurs Tukar

Dalam melakukan perdagangan antarnegara, Negara-negara menggunakan kurs tukar yang berbeda-beda. Ini berbeda dengan perdaganan domestik yang hanya menggunakan satu kurs tukar. Perdagangan antarnegara juga membutuhkan sisitem keuangan antarnegara yang dapat memastikan kelancaran mata uang  ini.
Untuk mendukung perkembangan perdagangan di Indonesia, perlu dikembangkan sektor yang potensial untuk mendukung perdagangan, yaitu ekonomi maritim dan agrikultur.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar