WELCOME TO MY BLOG


"Proud as a teacher despite not being a proud teacher"

Senin, 03 November 2014

KONEKTIVITAS RUANG DAN WAKTU

SUMBER:  http://rpp-smp.blogspot.com/2014/08/konektivitas-ruang-dan-waktu.html
Konektivitas dapat diartikan keterkaitan keterhubungan atau interdependensi
Pengertian aspek ruang 
Pengertian  aspek ruang adalah pertimbangan atau sudut pandang suatu kejadian yang dipengaruhi oleh ruang.

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA
     Pengertian perubahan sosial menurut beberapa ahli:
-    Selo soemardjan:  Perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan
                                   termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku antar kelompok
                                   dalam masyarakat.
 -   Gillin: Cara-cara hidup yang telah diterima baik karena kondisi geografis, kebudayaan
                 material, komposisi penduduk, ideology maupun adanya penemuan baru dalam
                 masyrakat itu.

-    Kingsley Davis: Perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat

-    Mac Iver: perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap
                      keseimbangan hubungan sosial
 -   William Oqburn: perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun
                                  immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur
                                  kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
Secara umum: perubahan dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, dan pola perilaku.
PERUBAHAN SOSIAL adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur sosial seperti nilai nilai sosial, norma sosial, status sosial, peran sosial, organisasi sosial, stratifikasi sosial dan organisasi sosial.

Jumat, 07 Februari 2014

A. PENGENDALIAN SOSIAL


1. Pengertian Pengendalian Sosial

Pengertian pengendalian sosial menurut beberapa ahli sosiologi adalah sebagai berikut.

a. Menurut Bruce J. Cohen

Pengendalian sosial adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu.

Senin, 27 Mei 2013

TERORI TEORI PENYIMPANGAN SOSIAL

  • Teori-teori Penyimpangan Sosial
Teori-teori yang menguraikan tentang penyebab terjadinya perilaku menyimpang menurut pendapat para ahli sosiologi antara lain:
a. Teori Pergaulan Berbeda (teori differential association), oleh Edwin H. Sutherland
E. H. Sutherland mengemukakan bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda. Misalnya menjadi pemakai narkoba karena bergaul dengan pecandu narkoba.
b. Teori Labelling (pemberian julukan), oleh Edwin M. Lemert
E. M. lemert mengemukakan bahwa seseorang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer, tetapi masyarakat kemudian menjuluki sebagai pelaku menyimpang, sehingga pelaku meneruskan perilaku menyimpangnya dengan alasan kepalang
basah. Misalnya seorang yang baru mencuri pertama kali lalu masyarakat menjulukinya sebagai pencuri, meskipun ia sebenarnya sudah tidak lagi mencuri, akibatnya karena selalu dijuluki pencuri, maka ia pun terus melakukan penyimpangannya.
c. Teori Fungsi, oleh Emile Durkheim
Emile Durkheim mengemukakan bahwa tercapainya kesadaran moral dari semua anggota masyarakat karena factor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. Ia menegaskan bahwa kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang
yang berwatak jahat pun akan selalu ada. Menurut Emile Durkheim kejahatan diperlukan agar moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal.
d. Teori Merton, oleh Robert K. Merton
R. K. Merton mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. Berdasarkan pendapat Robert K. Merton ada 5 (lima) tipe adaptasi yang termasuk penyimpangan sosial, yaitu ritualisme, rebellion, retreatisme, dan inovasi :
1) Inovasi, yaitu perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang oleh masyarakat (dengan melakukan tindak kriminal).
2) Ritualisme, yaitu perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat.
3) Pengunduran/pengasingan diri (retreatisme), yaitu meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial.
4) Pemberontakan (rebellion), yaitu penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru.
5) Konformitas, yaitu perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.
Perampokan termasuk dalam jenis penyimpangan kolektif, dimana dalam pekerjaannya selalu melibatkan orang yang lebih dari satu, mereka bekerja dalam sebuah tim, penyimpangan kolektif itu sendiri adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan, ketidakamanan, ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya.Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok.
Perbuatan ini sudah jelas melanggar hukum dan ini juga termasuk tindakan criminal yang dapat merugikan bagi masyarakat dan penduduk di daerah – daerah yang rawan terjadinya aksi perampokan, seperti daerah yang jauh dari pengawasan pihak yang berwajib misalnya : jalan alas trenggalek, alas roban, pertokoan emas kecil dipinggiran jalan, dll
Seperti kejadian kawanan bajing lompat yang merampok motor, truk, dan mobil dari para warga atau seseorang yang hendak pergi dan melintasi daerah kawanan perampok tersebut. (SUMBER: GALERI SOSIOLOGI)